Senin, 10 Oktober 2016

Paper Telematika dan Inovasi

1. PENDAHULUAN

1.1 Pengertian Telematika

Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah TELEMATIQUE yang dapat diartikan sebagai gabungan dari jaringan komunikasi dan teknologi informasi. Para praktisi mengatakan bahwa Telematics merupakan perpaduan dari dua kata yaitu TELECOMUNICATION dan INFORMATICS yang merupkan perpaduan konsep computing dan communications. Istilah telematika juga dikenal sebagai The new hybrid technology karena lahir dari perkembangan teknologi digital. 

Menurut beberapa ahli, istilah telematika dapat didefinisikan sebagai berikut :

1. Moedjiono
Menurut beliau, kata telematika merupakan gabungan atau konvergensi dari "Tele" dari "Telekomunikasi, "ma" dari "multimedia" dan "tika" dari "informatika".

2. Yusuf Hadi Miarso
Menuut beliau, telematika merupakan sinergi teknologi telekomunikasi dan informatika untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary (digital). Telekomunikasi adalah sistem hubungan jarak jauh yang terjalin melalui saluran kabel dan nirkabel seperti gelombang suara, elektromagnetik dan cahaya. Sedangkan informatika adalah pengelolaan data yang bermakna dengan sistem binary (digital).


1.2 Perkembangan Telematika

Pada awalnya, telematika dikembangkan di sisi internet. Ketika kebutuhan komputer semakin meningkat, akan dibutuhkan perkembangan cara mudah bertukar data. Ini merupakan teknologi telekomunikasi telah digunakan sebagai penghubung antar komputer dan lahir telematika. Telamatika merupakan jawaban dari keprihatinan yang terjadi tahun 1976 di Prancis ketika aplikasi komputer merubah organisasi ekonomi dan sosial masyarakat.

Perkembangan telematika saat ini sudah semakin berkembang dan mempunyai dampak besar bagi manusia di seluruh dunia. Penggunaan teknologi informasi memberikan banyak peluang di bidang telekomunikasi, pendidikan, bisnis, musik, dan lain-lainnya dengan bantuan jaringan internet. Dalam penerapannya, telematika menggunakan teknologi pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi melalui perangkat telekomunikasi dalam hubungannya dengan pengaruh pengendalian jarak jauh. Berikut ini beberapa teknologi telematika yang sudah diterapkan, antara lain :

1. Bidang telekomunikasi
  • Pager merupakan alat komunikasi pribadi untuk menyimpan dan menerima pesan pendek. Radio panggil numerik satu arah hanya dapat menerima pesan yang terdiri dari beberapa digit saja.
  • Handphone merupakan telepon selular yang mempunya kemampuan tingkat tinggi, terkadang berfungsi seperti komputer. Sistem operasi yang digunakan seperti android, ios dan windows yang menciptakan peluang bagi pengembang untuk membuat aplikasi mereka yang dapat digunakan oleh banyak orang.
2. Bidang Transportasi

Produk transportasi yang menerapkan telematika adalah Toyota. mengembangkan salah satu produk yang memiliki layanan navigasi yang menyediakan informasi dan peta lengkap lokasi-lokasi penting seperti hotel, rumah sakit dan dealer.

3. Bidang Pemerintahan

Di Indonesia, terdapat suatu badan yang mengurus telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI) yang mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya seperti DPR, DKI Jakarta dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam e-government antara lain profil wilayah, data statistik, surat keputusan dan bentuk interaktif lainnya.

4. Bidang Pendidikan

Dalam dunia pendidikan, sudah diterapkan layanan telematika yang mempertemukan guru dan muridnya untuk kegiatan belajar mengajar di luar jam kerja dan jam sekolah. Para guru sadar akan kebutuhan siswanya yang kurang dapat belajar di dalam ruang kelas dan menerapkan layanan telematika agar siswa tersebut dapat belajar lebih intensif.


1.3 Latar Belakang

Pendidikan merupakan hal yang harus didapat oleh seorang anak dalam proses pengubahan sikap dan tata laku dalam usaha mendewasakan diri melalui upaya pengajaran dan pelatihan yang sesuai dengan prosedur pendidikan itu sendiri. Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian dirim kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan dapat berupa formal, nonformal dan informal. Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, dari pendidikan dasar, menengah hingga pendidikan tinggi. Pendidikan nonformal merupakan jaur pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan ini paling banyak terdapat saat usia dini, seperti Taman Pendidikan Al Qur'an, Sekolah Minggu, kursus musik, bimbingan belajar, dan sebagainya. Pendidikan informal merupakan jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab. Pendidikan ini diakui sejajar dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Kegiatan pendidikan formal atau belajar mengajar yang dilakukan di sekolah dan dalam satu kelas berisi banyak peserta didik, membuat beberapa anak yang tidak dapat menerima pelajaran dengan cepat, oleh karena itu kegiatan belajar tambahan di luar jam sekolah sangat diperlukan. Kebutuhan pembelajaran tambahan ini dapat diatasi dengan bergabung ke bimbingan belajar. Akan tetapi pembelajaran pada bimbingan belajar mempunyai kelas yang berisi lebih dari dua orang, hal ini merupakan sebuah kendala dimana peserta didik tersebut membutuhkan suasana belajar yang intensif agar peserta didik dapat lebih cepat menangkap materi yang diberikan. Kegiatan pendidikan nonformal seperti ekstrakurikuler pada sekolah atau kursus musik dan sebagainya juga dibutuhkan peserta didik yang berguna dalam pengembangan diri dan keterampilan peserta didik. Namun, kegiatan ekstrakulikuler yang diadakan oleh pihak sekolah, mempunyai batas waktu dalam berlatih, oleh karena itu kegiatan pembelajaran ini dapat dilakukan di luar jam sekolah.

Dengan adanya permasalahan tersebut, penulis tertarik untuk membuat sebuah inovasi berupa aplikasi "Meet Teacher" sebagai wadah menampung pengajar dari tingkat dasar, menengah hingga perguruan tinggi dan juga pengajar ekstrakulikuler untuk memudahkan orang tua peserya didik dalam mencari pengajar untuk pembelajaran tambahan di luar jam sekolah. Biaya pengajar yang disediakan tergantung dari tingkat pendidikan dan materi pembelajaran yang diperlukan oleh peserta didik dalam hitungan per jam. 


1.4 Tujuan Penulisan

Inovasi "Meet Teachers" diharapkan dapat membantu pengajar mendapatkan penghasilan tambahan dan meningkatkan minat belajar tambahan bagi peserta didik dengan mencari pengajar yang berada di sekitar peserta didik serta membuat peserta didik mempunyai kemampuan dalam menguasai materi dan mempunyai ketermapilan tambahan.


1.5 Kesimpulan

Telematika merupakan gabungan dari kata telekomunikasi dan informatika. Telekomunikasi adalah sistem hubungan jarak jauh yang terjalin melalui saluran kabel dan nirkabel seperti gelombang suara, elektromagnetik dan cahaya. Sedangkan informatika adalah pengelolaan data yang bermakna dengan sistem binary (digital). Perkembangan telematika sudah diterapkan pada bidang telekomunikasi, transportasi, pemerintahan dan pendidikan. Pendidikan dapat berupa formal, nonformal dan informal. Pendidikan formal dan nonformal dapat menjadi kendala bagi beberapa peserta didik yang tidak dapat memahami pelajaran dengan cepat. Oleh karena itu, dengana danya pengembangan telematika di bidang pendidikan dengan nama "Meet Teachers" diharapkan dapat membantu pengajar dan peserta didik.










Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Telematika
https://dirgaharyaputra.wordpress.com/2015/10/16/definisi-telematika-perkembangan-telematika-dan-trend-telematika-kedepan/
http://radityapenton.blogspot.co.id/2012/11/pendidikan-formal-informal-dan-nonformal.html

Jumat, 30 September 2016

Klasifikasi Sistem Informasi

a) Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing System)

Sistem Pengolahan Transaksi merupakan sistem utama dalam pengumpulan dan pengolahan data pada suatu organisasi. Tugas utama TPS adalah mengumpulkan dan mempersiapkan data untuk keperluan sistem informasi yang lain dalam organisasi, misalnya untuk kebutuhan sistem informasi manajemen, atau kebutuhan sistem informasi eksekutif.

Jenis Pemrosesan Transaksi
  1. Pemrosesan Tumpuk (Batch Processing), yakni data ditumpuk terlebih dahulu dalam rentang waktu tertentu, lalu diproses, misalnya data dikumpulkan antara jam 8:00 sampai dengan jam 12:00, kemudian diproses mulai jam 14:00 sampai dengan jam 17:00.
  2. Pemrosesan Seketika (Online Processing), yakni data yang diperoleh dari sumber data langsung diproses pada saat diterima, yang mungkin terjadi adalah antrian data untuk menunggu giliran, misalnya pemrosesan yang dilakukan pada saat melakukan transaksi online di depan teller bank.
  3. Real Time Processing, yakni pemrosesan data tidak boleh ditunda karena waktu sangat terbatas, penundaan pengolahan dapat mengakibatkan sesuatu yang fatal. Misalnya pengolahan data hasil pemantauan aktivitas gunung berapi.
  4. Pemrosesan Hibrid (inline), yakni perpaduan antara batch dan online. Misalnya pengolahan transaksi di supermarket, dimana transaksi penjualan melalui POS (point of sale) langsung dilakukan (online), tetapi pengolahan lebih lanjut tentang persediaan barang dilakukan setiap jam 10:00 malam.

Beberapa Pengembangan
  • OLTP (Online Transaction Processing), menggunakan arsitektur client-server dan lebih berkembang dengan adanya teknologi internet.
  • CIS (Customer Integrated System), pelanggan dapat melaksanakan transaksinya sendiri, misalnya ATM, B2C e-commerce.

Tugas Pokok TPS
  1. Pengumpulan Data; setiap organisasi yang berinteraksi langsung dengan lingkungannya dalam penyediaan jasa dan produk, pasti memerlukan sistem yang mengumpulkan data transaksi yang bersumber dari lingkungan.
  2. Manipulasi Data; data transaksi yang dikumpulkan biasanya diolah lebih dahulu sebelum disajikan sebagai informasi untuk keperluan bagian-bagian dalam organisasi atau menjadi bahan masukan sistem informasi yang lebih tinggi. Beberapa tugas manipulasi data seperti klasifikasi, sortir, perhitungan dan pengikhtisaran.
  3. Penyimpanan Data; data transaksi harus disimpan dan dipelihara sehingga selalu siap memenuhi kebutuhan para pengguna.
  4. Penyiapan Dokumen; beberapa dokumen laporan harus disiapkan untuk memenuhi keperluan unit-unit kerja dalam organisasi.
Karakteristik TPS
  • Volume data yang diproses relatif sangat besar.
  • Kapasitas database sangan besar.
  • Kecepatan pengolahan sangat tinggi agar data yang banyak dapat diproses dalam waktu singkat.
  • Sumber daya umumnya internal dan keluarannya umum untuk keperluan internal.
  • Pengolahan data biasa dilakukan periodik, harian, mingguan, bulanan, dsb.
  • Orientasi data yang dikumpulkan umumnya mengacu pada data masa lalu.
  • Masukan dan keluaran terstruktur, data diformat menurut suatu standar,
  • Komputasi tidak terlalu rumit.

b) Sistem Informasi Manajemen (Management Information System)

Sistem Informasi Manejemen merupakan sistem yang menyediaka informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan sebuah organisasi.

Ciri khusus MIS :

  • Proses Manajemen, seperti Perencanaan Strategis, Pengelolaan Fungsi Sistem Informasi.
  • Proses Pengembangan, seperti Manajemen Proyek Pengembangan Sistem.
  • Konsep Pengembangan, seperti Konsep Sosio-Teknikal, Konsep Kualitas.
  • Representasi, seperti Sistem Basis Data, Pengkodean Program.
  • Sistem Eplikasi, seperti Knowledgey Management, Executivey System dan sebagainya.


Karakteristik MIS :
  1. Beroperasi pada tugas-tugas yang terstruktur, yakni pada lingkungan yang telah mendefinisikan hal-hal berikut secara tegas dan jelas.
  2. Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya.
  3. Menyediakan laporan dan kemudahan akses yang berguna untuk pengambilan keputusan tetapi tidak secara langsung.

Kerangka Kerja MIS :

  • Foundation Concepts (Membuat Konsep Sistem Informasi)
  • Development Processes (Pengembangan Sistem Informasi)
  • Business Applications
  • Management Challenges
  • Information Technologies


Tugas Utama MIS :
  1. Mendukung Proses Bisnis dan Operasional
  2. Mendukung Pengambilan Keputusan
  3. Mendukung Strategi untuk Keunggulan Kompetitif.

Macam-macam laporan yang dihasilkan MIS :
  1. Laporan Periodis, Laporan yang dihasilkan pada selang waktu tertentu.
  2. Laporan Ikhtisar, Laporan yang memberikan ringkasan terhadap sebuah informasi.
  3. Laporan Perkecualian, Laporan yang hanya muncul kalau terjadi kesalahan yang tidak normal.
  4. Laporan Perbandingan, Laporan yang menunjukkan dua atau lebih himpunan informasi yang serupa dengan maksud untuk dibandingkan.

Manfaat SIM bagi Organisasi
  1. Meningkatkan Efisiensi Operasional, yang dapat membuat organisasi dapat menjalankan strategi keunggulan biaya low-cost leadership.
  2. Memperkenalkan Inovasi Dalam Bisnis, seperti penggunaan ATM.
  3. Membangun Sumber-sumber Informasi Strategis, dalam keuntungan strategis seperti memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, mengembangkan jaringan telekomunikasi, menyewa spesialis sistem informasi dan melatih end users.

c) Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System)

Sistem Pendukung Keputusan (DSS) dibuat sebagai reaksi atas ketidakpuasan TPS dan MIS. DSS didefinisikan sebagai "Sistem berbasis komputer yang interaktif", yang membantu mengambil keputusan dengan menggunakan data dan model untuk memecahkan persoalan-persoalan tak terstruktur.

DSS bukan merupakan alat pengambilan keputusan, melainkan merupakan sistem yang membantu mengambil keputusan dengan melengkapi mereka dengan informasi dari data yang telah diolah dengan relevan dan diperlukan untuk membuat keputusan tentang suatu masalah dengan lebih cepat dan akurat. Sehingga sistem ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengambilan keputusan dalam proses pembuatan keputusan.

Karakteristik DSS :
  1. Sistem yang berbasis komputer.
  2. Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan.
  3. Untuk memecahkan masalah-masalah yang rumit yang "mustahil" dilakukan dengan kalkulasi manual.
  4. Melalui cara simulasi yang interaktif.
  5. Data dan model analisis sebagai komponen utama.

Arsitektur DSS :
  1. Database. Berisi kumpulan dari semua data bisnis yang dimiliki perusahaan, baik yang berasal dari traksaksi sehari-hari, maupun data dasar (master file). Untuk keperluan DSS, diperlukan data yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi dan diatur oleh software yang disebut Database Management System (DBMS).
  2. Model Base. Suatu model yang merepresentasikan permasalahan ke dalam format

d) Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information System)

Sistem ini menyediakan fasilitas yang fleksibel bagi manajer dan eksekutif dalam mengakses informais eksternal dan internal untuk mengindentifikasi masalah atau mengenali peluang.

Karakteristik EIS :
  1. Dapat digunakan untuk meringkas, menapis dan memperoleh detail data
  2. Menyediakan analisis kecenderungan, pelaporan perkecualian dan kemampuan drill-down.
  3. Dapat digunakan untuk mengakses dan memadukan data internal dan eksternal.
  4. Mudah digunakan dan terkadang tidak perlu atau hanya perlu sedikit pelatihan untuk menggunakannya.
  5. Dapat digunakan langsung oleh eksekutif tanpa perantara.
  6. Terkadang dilengkapi fasilitas komunikasi elektronis (e-mail, teleconference), kemampuan analisis data, dan perangkat produktivitas pribadi (kalender elektronis).

e) Sistem Pakar (Expert System)

Sistem Pakar merupakan sistem informasi yang berisi pengetahuan dari pakar, sehingga dapat digunakan untuk konsultasi. Pengetahuan dari pakar di dalam sistem digunakan sebagai dasar oleh Sistem Pakar untuk menjawab pertanyaan (konsultasi). Jadi, sistem pakar merupakan program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik.

Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganaliss informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut. Tergantung dari desainnya, sistem pakar juga mampu merekomendasikan suatu rangkaian tindakan pengguna untuk dapat menerapkan koreksi. Sistem ini memanfaatkan kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu simpulan.



f) Sistem Otomasi Perkantoran (Office Otomation System)

Sistem ini memberikan fasilitas tugas-tugas pemrosesan informasi sehari-hari di dalam perkantoran dan organisasi bisnis. Contoh penggunaan perangkat-perangkat yang mendukung OAS:
  • Pengolahan lembar kerja digunakan menganalisa sebagai kemungkinan harga
  • Pengolahan kata dipakai untuk membuat kontrak penjualan
  • Surat Elektronik untuk memberikan deskripsi produk kepada calon pelanggan.
  • Video Konferensi digunakan untuk melakukan koordinasi sejumlah orang yang berada di berbagai tempat berjauhan.
Sistem ini sering kali dikatakan dapat mendukung kantor tanpa kertas (paperless office).

g) Sistem Pendukung Kelompok (Group Support System)

Sistem pendukung kelompok atau GSS suatu jenis sistem informasi yang mendukung sejumlah orang yang bekerja dalam suatu kelompok. Sistem ini mencakup penggunaan teknologi presentasi, pengaksesan basis data pada komputer dan kemampuan yang memungkinkan peserta pertemuan dapat berkomunikasi secara elektronis.







Referensi :
Inansyah. Peranan Sistem Informasi Manjemen (SIM) dalam organisasi. BDK. Padang
Kadir, Abdul. 2003. Pengenalan Sistem Informasi. Andi. Yogyakarta.
Nurul Afiyah, Dyah. 2011. Sistem Pemrosesan Transaksi. Departemen Ilmu Produksi dan TeknoloGI Peternakan, Fakultas Peternakan, IPB. Bogor.


Sabtu, 26 Desember 2015

TUGAS BULAN 3 PTA 2015/2016

TUGAS BULAN 3




1.      Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah
2.      Kerangka Karangan




Tika Apriyani
18113907
3KA17



UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2015/2016


DAFTAR ISI
Daftar Isi.............................................................................................................. i
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
1.1  Latar Belakang......................................................................................... 1
1.2  Rumusan Masalah.................................................................................... 1
1.3  Tujuan ...................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................... 2
2.1  Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah.................................................. 2
2.1.1  Pengertian Karya Ilmiah................................................................ 2
2.1.2  Pemilihan Topik............................................................................. 2
2.1.3  Pembatasan Topik.......................................................................... 3
2.1.4  Pemilihan Judul.............................................................................. 4
2.1.5  Menentukan Tujuan Penulisan....................................................... 4
2.1.6  Menentukan Kerangka Karangan.................................................. 5
2.1.7  Langkah-langkah Penulisan Ilmiah................................................ 6
2.2  Kerangka Karangan.................................................................................. 7
2.2.1  Penjelasan Kerangka Karangan..................................................... 7
2.2.2  Manfaat atau Tujuan Kerangka Karangan..................................... 7
2.2.3  Penyusunan Kerangka Karangan................................................... 8
2.2.4  Contoh Kerangka Karangan.......................................................... 9
BAB III SIMPULAN.......................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 11

BAB I
PENDAHULUAN

I.1        Latar Belakang
Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, Karya Ilmiah atau Karangan Ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengjakian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada beberapa jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau symposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garus-garis besar dari suatu karangan yang akan dikaji dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur dan teratur.

I.2        Rumusan Masalah
Dari latar belakang pada tulisan ini, dirumuskan beberapa masalah mengenai bahasa Indonesia sebagai berikut :
1.      Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah
2.      Kerangka Karangan

I.3        Tujuan
Dalam tugas ini saya akan menjelaskan menyajikan bagaimana perencanaan penulisan karangan ilmiah dan membuat kerangka karangan dari karangan ilmiah.

BAB II
PEMBAHASAN


II.1      PERENCANAAN PENULISAN KARANGAN ILMIAH
II.1.1   Pengertian Karya Ilmiah
Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, Karya Ilmiah atau Karangan Ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengjakian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada beberapa jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau symposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelirian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.

II.1.2   Pemilihan Topik
Topik adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan. Topik yang masih awal tersebut, selanjutnya dikembangkan dengan membuat cakupan yang lebih sempit atau lebih luas. Topik biasa terdiri dari satu atau dua kata yang singkat, dan memiliki persamaan serta perbedaan dengan tema karangan. Persamaannya adalah baik topic maupun tema keduanya sama-sama daoat dikjadikan sebagai judul karangan. Sedangkan perbedaannya ialah topic masih mengandung hal yang umum, smentara tema akan lebih spesifik dan lebi terarah dalam membahas suatu permasalahan.
Topik yang tepat, akan menunjukkan tingkat cakupan pembahasan dari sebuah penelitian. Topik yang dipilih, akan menunjukkan pengaruh kepada minat pembaca apakah karangan ilmiah ini menarik untuk di baca atau tidak. Untuk memilih topic, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.
a)      Topik yang dipilih, hendaknya menarik untuk dikaji. Sebuah topik akan menarik jika

  • Merupakan masalah yang menyangkut persoalan bersama,
  • Merupakan jalan keluar dari suatu persoalan yang tengah dihadapi
  • Mengandung konflik pendapat
  • Masalah yang di kaji hendaknya dapat diselesaikan dalam waktu yang disediakan.
b)      Topik jangan terlalu luas dan terlalu sempit.
c)      Topik yang dipilih, sesuai dengan minat dan kemampuan penulis.
d)     Topik yang di kaji hendaknya ada manfaatnya untuk menambah ilmu pengetahuan atau ada kaitan dengan profesi.

II.1.3   Pembatasan Topik
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat pembahasan sebuah topik :
a)      Menampilkan informasi latar belakang,
b)      Menampilkan ringkasan hasil/temuan penelitian,
c)      Memberikan komentar apakah hasil penelitian sesuai dengan hipotesis,
d)     Menghubungkan dengan hasil penelitian terdahulu,
e)      Menjelaskan hasil yang diperoleh, terutama jika hasil tersebut tidak memuaskan,
f)       Membuat generalisasi dari hasil yang diperoleh,
g)      Memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.

II.1.4   Pemilihan Judul
Untuk seorang pembaca, judul dianggap mewakili bobot sebuah hasil penelitian yang akan ditulis, judul merupakan gambaran mutu tulisan yang akan ditulis. Secara umum, kriteria judul yang baik adalah sebagai berikut,
a)      Topik yang diteliti mengandung masalah yang tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. Lebih baik jika topik yang diajukan lebih spesifik, menarik, dan aktual secara akademik dan secara praktis.
b)      Belum banyak diteliti oleh orang lain. Jika sudah ada penelitian lain, studi ini mengambil sisi lain, sisi tertentu, yang selama ini tidak memperoleh perhatian.
c)      Diungkapkan dalam kalimat yang simple, tetapi mampu menunjukkan dengan jelas independent variabel dan dependent variabelnnya.
d)     Judul harus dapat menunjukkan problematik yang terkandung di dalam tema yang akan diteliti. Lebih baik judul dibuat dengan kalimat ganda. Kalimat pertama bersifat umum yang kemudian diikuti dengan ungkapan yang menunjukkan fikus persoalan yang dikaji.

II.1.5   Menentukan Tujuan  Penulisan
Menentukan tujuan penulisan al=dalah suatu gambaran atau suatu perencanaan menyeluruh yang akan dikerahkan penulis dalam penulisan dan selanjutnya dengan menentukan tujuan penulisan. Bahan-bahan apa yang diperlukan untuk kerangka karangan yang akan diterapkan dan bagaimana sudut pandang penulis yang dipilih.
Tujuan penulisan dapat dinyatakan dengan dua cara. Jika tulisan yang dikembangkan merupakan tema dari seluruh tulisan. Tujuan penulisan dapat di rumuskan dalam bentuk tesis. Jika tulisan yang dikembangkan bukan merupakan dari seluruh tulisan, maka tujuan penulisan dapat dirumuskan dalam bentuk pernyataan maksud keduanya akan membimbing penulis dalam mengarahkan tulisannya.

II.1.6   Menentukan Kerangka Karangan
Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garus-garis besar dari suatu karangan yang akan dikaji dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur dan teratur.
1)      Untuk menjamin penulisan bersifat konseptual, menyeluruh dan terarah.
2)      Kerangka karangan membantu penulis melihat gagasan-gagasan dalam sekilas pandang, sehingga dapat dipastolam apakah susunan dan hubungan timbale balik antara gagasan itu sudah tepat, apakah gagasan-gagasan itu sudah disajikan dengan baik, harmonis dalam perimbangannya.
3)      Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda-beda. Setiap tulisan dikembangkan menuju ke satu klimaks utama tadi. Tiap bagian juga mempunyai klimaks tersendiri dalam bagiannya. Sehingga pembaca dapat terpikat dan terus menuju ke klimaks utama, maka susuan bagian-bagian harus diatur agar dapat tercapai.
4)      Menghindari penggarapan topik dua kali atau lebih, ada kemungkinan suatu bagian perlu dibicarakan dua kali atau lebih, sesuai kebutuhan tiap bagian dari karangan tersebut. Namun pengarapan topik sampai dua kali atau lebih tidak perlu, karena hal itu hanya akan membawa efek yang tidak menguntungkan. Misalnya, penulis tidak sadar betul, maka pendapatnya mengenai topik yang sama pada bagian terdahulu berbeda dengan yang diutarakan pada bagian kemudian atau bahkan bertentangan satu sama lain. Hal yang demikian ini tidak dapat diterima. Di pihak lain menggarap suatu topik lebih dari satu kali hanya akan membuang waktu, tenaga, dan materi. Kalau memang tidak dapat dihindari maka penulis harus menetapkan pada bagian manakah topik tadi akan diuraikan, sedangkan di bagian lain cukup dengan menunjuk ke bagian tadi.
5)      Dengan mempergunakan rincian-rincian dalam kerangka karangan, penulis akan dengan mudah mencari data-data untuk memperjelas atau membuktikan pendapatnya. Data yang telah dikumpulka itu akan digunakan di bagian mana dalam karangan sang penulis.

Bila seorang pembaca kelak menhadapi karangan yang telah siap, ia dapat menyusutkan kembali kepada kerangka akrangan yang hakekatnya sama dengan apa yang telah dibuat penulis. Dengan penyusutan ini, pembaca akan melihat wujud, gagasan, strujtur dan nilai umum dari karangan itu. Kerangka karangan merupakan miniature atau prototype dari sebuah karangan. Dalam bentuk miniature ini karangan tersebut dapat diteliti, dianalisis dan dipertimbangkan secara menyeluruh.

II.1.7   Langkah-Langkah Penulisan Ilmiah
a)      Pemilihan Topik/Maslahan untuk Karangan Ilmiah
Pemilihan topik untuk karangan ilmiah daoat dilakukan dengan cara merumuskan tujuan, menentukan topik dan melakukan penelusuran terhadap topik tersebut. Dengan melakukan ketiga cara tersebut maka akan diperoleh rumusan topik atau permasalahan yang jelas dan spesifik.

b)      Mengindentifikasi Pembaca Karya Ilmiah
Sebelum memulai menulis, ada baiknya penulis mengidentifikasi siapa yang akan membaca tulisan tersebut. Hal ini penting, karena dengan mengetahui latar belakan pengetahuan dan minat pembaca, akan mempermudah penulis di dalam mengorganisasikan materi yang akan disajikan dan cara penyampaiannya. Selain itu, focus pembicaraan pun menjadi semakin jelas dan spesifik.

c)      Menentukan Cakupan dari  Isi Materi Karangan Ilmiah
Cakupan isi materi sangan ditentukan oleh rumusan tujuan yang jelas dan pengidentifikasian calon pembaca tepat. Jika anda tidak mengetahui siapa yang akan membaca tulisan anda, secara otomatis anda tidak akan bisa menunjukkan akupan isi materi yang akan dibahas. Akibatnya, akan sulit bagi anda untuk memilih bahan pustaka, data atau informasi yang dibutuhkan pada saar melakukan tahap pengumpulan data atau informasi tulisan.

II.2      KERANGKA KARANGAN
II.2.1   Penjelasan Kerangka Karangan
Pengertian dari kerangka karangan adalah suatu rencana yang memuat garis-garis besar dari suatu susunan yang akan dibuat dan berisi rangkaian ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur dan teratur. Sedangkan karangan adalah sebuah karya tulis yang digunakan untuk menyampaikain suatu gagasan kepada pembaca.
Jadi, kerangka karangan adalah suatu rencana atau rancangan yang memuat garis besar atau ide suatu karya tulis yang disusun dengan sistematis dan terstruktur.

II.2.2   Manfaat atau Tujuan Kerangka Karangan
1)      Memudahkan penulisan sebuah karya tulis agar menjadi leih sistematis dan rapih.
2)      Mmencegah penulis keluar dari ide awal yang akan dibahas dalam suatu karangan yang akan digarap.
3)      Mencegah penulis membahas suatu idea au topik bahasan yang sudah dibahas sebelumnya.
4)      Memudahkan penulis mencari informasi pendukung suatu karangan yang berupa data atau fakta.
5)      Membantu penulis mengembankan ide-ide yang akan ditulis di dalam suatu akrangan agar karangan menjadi lebih variatif dan menarik.

II.2.3   Penyusunan Kerangka Karangan
Penyusunan atau cara membuat kerangka suatu karangan adalah sebagai berikut :
1)      Merumuskan tema dan menentukan judul suatu karangan
Sebelum membuat sebuah karangan, tentukanlah dahulu tema karangan yang akan dibuat. Tema ini yang akan mempengaruhi seluruh isi dari karangan yang akan dibuat. Pilihlah tema-tema yang sedang hangat atau tema yang menjadi kesenangan anda. Hal ini akan sangat membantu untuk mengembangkan karangan.
Setelah mendapatkan tema, tentukan judul karangan yang akan dibuat. Usahakan membuat judul yang singkat dan menarik pembaca untuk membaca karangan tersebut.

2)      Mengumpulkan bahan
Setelah mendapatkan tema, yang harus dilakukan adalah mengumpulkan bahan pendukung yang berupa topik-topik yang berhubungan dengan tema untuk dikembangkan menjadi sebuah karangan. Topik-topik tersebut antara lain, pengertian, tujuan, jenis, contoh dan lain-lain. Catatlah semua topik yang terlintas di dalam pikiran untuk memudahkan penyeleksian bahan atau topik.

3)      Menyeleksi bahan
Setelah mendapat topik, seleksilah topik-topik tersebut yang sesuai dengan tema karangan dan penting, hindari membahas topik-topik yang tidak penting untuk di bahas.

4)      Mengembangkan kerangka karangan
Jika sudah mendaoatkan tema, judul, dan topik, buatlah karangan yang utuh dengan cara mengembangkan kerangka karangan yang telah dibuat. Perluas topik-topik yang telah ditentukan pada kerangka dan usahakan jangan membahas topik yang tidak ada di dalam kerangka karangan.

II.2.4   Contoh Kerangka Karangan
1.      Tema   : Kesehatan
Judul   : Manfaat Tidur Cukup Bagi Kesehatan
2.      Definisi
2.1      Pengertian Tidur Cukup
3.      Dampak Kurang Tidur
3.1      Kurang tidur dapat menyebabkan terganggunya konsentrasi
3.2      Kurang tidur mudah terserang penyakit
3.3      Kurang tidur dapat mempengaruhi emosi
4.      Manfaat Tidur Cukup
4.1      Meningkatkan konsentrasi
4.2      Meningkatkan daya tahan tubuh
4.3      Meningkatkan energy
5.      Tips Agar Tidur Nyenyak
5.1      Berolahraga
5.2      Membuat jadwal tidur
5.3      Jangan mengkonsumsi makanan berat sebelum tidur

BAB III
SIMPULAN

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, Karya Ilmiah atau Karangan Ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengjakian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Dalam perencanaan penulisan karangan ilmiah mencakup pemilihan topik, pembatasan topik, pemilihan judul, menentukan tujuan penulisan, menentukan bahan penulisan, dan langkah-langkah penulisan ilmiah yang sudah dibahas pada bab sebelumnya.
Dalam kerangka karangan terdapat beberapa hal penting seperti, manfaat atau tujuan kerangka karangan, penyusunan kerangka karangan, dan contoh kerangka karangan yang juga telah dibahas pada bab sebelumnya.
Dengan mengetahui ini semua, diharapkan para penulis akan dengan mudah menuangkan idenya dalam penulisan sebuah karya ilmiah dengan baik.









DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah [26 Desember 2015]
Safitri, Ellyana (2012). Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah. Tersedia: http://ellyanasafitri12.blogspot.co.id/2012/12/perencanaan-penulisan-karangan-ilmiah.html [26  Desember 2015]
KelasIndonesia. Pengertian, Contoh Kerangka Karangan dan Cara Membuatnya. Tersedia: http://www.kelasindonesia.com/2015/04/pengertian-contoh-kerangka-karangan-dan-cara-membuatnya.html [26 Desember 2015]