Jumat, 05 Mei 2017

AUDIT TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA COBIT

AUDIT TEKNOLOGI INFORMASI
MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA COBIT
(Control Objective for Information an Related Technology)
Mata Kuliah Etika & Profesionalisme TSI #





Disusun Oleh : 4KA17
Ainita Savira                 10113488
Nunik Kurniasih           16113578            
Tika Apriyani                18113907



SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017


KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas anugerah dan karunia-Nya penulisan paper ini dapat diselesaikan dengan baik. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih  kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya penulisan paper ini hingga bisa tersusun dengan baik.
Paper ini kami susun berdasarkan pengetahuan  yang kami peroleh dari beberapa artikel dan media elektronik dengan harapan orang yang membaca dapat memahami tentang Audit Teknologi Informasi Menggunakan COBIT (Control Objective for Information an Related Technology).
Kami menyadari bahwa penulisan paper ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan paper ini di masa mendatang.


Depok, April 2017
Penyusun





1.     PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer seperti perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.
Pemenuhan kebutuhan akan teknologi informasi bagi semua jenis organisasi menyebabkan perkembangan sistem informasi menjadi begitu pesat. Pengelolaan yang baik dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari laporan keuangan, penghematan waktu dan biaya serta melindungi aset perusahaan. Perusahaan dituntunt untuk mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin beragam dan pangsa pasar yang semakin meluas.
Dalam konteks ini, teknologi informasi dapat dikatakan menjadi kunci untuk mendukung dan meningkatkan manajemen perusahaan agar dapat memenangkan persaingan yang semakin lama akan semakin meningkat. Teknologi informasi merupakan suatu faktor dalam menentukan apakah produk yang dipasarkan tersebut dapat bersaing di pasar lokal maupun internasional. Salah satu metode pengelolaan teknologi informasi yang digunakan secara luas adalah COBIT (Control Objective for Information and Related Technology).

1.2  Tujuan Penulisan
Tujuan dari disusunnya paper ini adalah untuk mengetahui akan pentingnya Audit Teknologi Informasi dengan menggunakan kerangka kerja COBIT (Control Objective for Information an Related Technology).



2. PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Teknologi Informasi
Teknologi adalah suatu makna untuk memenuhi suatu maksud yang didalamnya terkandung apa saja yang dibutuhkan untuk mengubah sumber daya ke suatu produk atau jasa, Pengertian informasi adalah sekumpulan elemen atau data yang telah diolah menjadi keluaran informasi yang berguna bagi pemakainya.
Pengertian teknologi menurut Martin (1999) adalah Teknologi berguna dalam upaya untuk mendapatkan suatu produk yang dilakukan oleh manusia dengan memanfaatkan peralatan, proses dan sumber daya. Sehingga diperlukan keterampilan, logika berfikir dan perangkat keras.

2.2 Pengertian COBIT
            COBIT dapat dikatakan sebagai kerangka kerja teknologi informasi yang dipublikasikan oleh ISACA (Information System Audit and Control Association). COBIT berfungsi memberikan manajer, auditor dan pengguna Teknologi Informasi dengan kumpulan umum tindakan, indikator, proses dan praktik terbaik untuk membantu mereka memaksimalkan keuntungan yang dapat diperoleh. COBIT juga dirancang agar dapat menjadi alat bantu yang dapat memecahkan permasalahan dalam sebuah organisasi untuk memahami dan mengelola resiko serta keuntungan yang berhubungan dengan sumber daya informasi perusahaan.
COBIT berorientasi pada bagaimana menghubunkan tujuan bisnis dengan tujuan TI, menyediakan metrik dan maturity model untuk mengukur pencapaiannya serta mengidentifikasi tanggung jawab terkait bisnis dan pemilik proses.
Dengan demikian, COBIT mendukung pengelolaan TI dengan menyediakan kerangka untuk memastikan bahwa :
1.       TI berjalan dengan bisnis
2.       TI memungkinkan bisnis dan memaksimalkan keuntungan
3.       Sumber daya TI digunakan secara bertanggung jawab
4.       Resiko TI dikelola dengan tepat

2.2.1 Kerangka Kerja COBIT
Kerangka kerja COBIT yang memberikan model referensi proses untuk dapat mengamati dan mengelola aktivitas TI, serta kerangka kerja untuk mengukur dan memonitor kinerja TI, berkomunikasi dengan penyedia layanan dan memadukan praktek-praktek manajemen terbaik. Sebuah model proses mendorong kepemilikan proses, memungkinkan tanggung jawab dan akuntabilitas untuk didefinisikan.
Secara keseluruhan kerangka kerja COBIT dengan model proses COBIT terdiri dari 4 dominan dan 34 proses yaitu :
a)       Planning dan Organizing (PO), dominan ini mencakup level strategis dan taktis, serta konsennya pada identifikasi cata TI yang dapat menambah pencapaian terbaik tujuan-tujuan bisnis.
b)      Acquisition and Implementation (AI), solusi TI yang perlu diidentifikasikan, dikembangkan atau diperlukan, serta diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis.
c)       Deliver and Support (DS), dominan ini menyangkut pencapaian actual dari layanan yang diperlukan dengan menyusun operasi tradisional terhadap keamanan dan aspek kontunuitas sampai pada pelatihan.
d)      Monitor and Evaluate (ME), semua proses TI perlu dinilai secara teratur atas suatu waktu untuk kualitas dan pemenuhan kebutuhan pengendalian.

2.2.2 Maturity Model
Maturity Model merupakan alat ukur untuk mengetahui kondisi proses IT yang digunakan pada saat sekarang oleh suatu organisasi. Kemudian dapat digunakan untuk mengendalikan dan memonitor proses IT untuk meyakinkan pencapaian tujuan-tujuan kinerja proses IT. Dalam pembuatan maturity model ini digunakan kuisioner yang dibuat berdasarkan COBIT untuk proses-proses yang terdapat pada control process yang telag ditentukan sebelumnya. Responden akan memilih tingkat pengelolaan yang sangat sesuai dengan kondisi saat ini (Jusuf, 2009).
Maturity model terdiri dari pengembangan metode penilaian sehingga suatu organisasi dapat menilai dirinya dari keadaan non-existent sampai keadaan optimized (0-5). Untuk setiap proses IT, terdapat suatu skala ukuran bertahap, berdasarkan rating 0-Non Exsistent, 1-Initial, 2-Repeatable, 3-Defined, 4-Managed dan 5-Optimized. Pendekatan ini diambil berdasarkan maturity model software engineering institute. Terdapat tingkatan dalam model ini dikembangkan untuk tiap 34 proses COBIT (Sasongko, 2009).

2.3 Pengertian Audit Teknologi Informasi
Menurut Wikipedia, Audit Teknologi Informasi adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.
Ada beberapa aspek yang diperiksa pada audit TI : audit secara keseluruhan menyangkut efektivitas, efisiensi, availibility system, reliablility, contidentiality dan integrity, serta aspek security. Selanjutnya adalag atas proses, modifikasi program, audit atas sumber data dab data file.

2.4 Audit Teknologi Informasi Menggunakan Kerangka Kerja COBIT
Di dalam audit IT, aspek yang harus diperhatikan adalah pengendalian internal, yang dibedakan menjadi 2 kategori yatu pengendalian umum dan pengendalian aplikasi.

2.4.1 Pengendalian Umum
Pengendalian umum bertujuan untuk membuat kerangka pengendalian menyeluruh atas aktivitas TI dan untuk memberikan tingkat keyakinan yang memadai bahwa tujuan pengendalian internal secara keseluruhan dapat tercapai. Pengendalian umum menjamin integritas data yang terdapat dalam sistem komputer sekaligus meyakinkan integritas program atau aplikasi yang digunakan untuk melakukan pemrosesan data.

2.4.2 Pengendalian Aplikasi
Pengendalian aplikasi yang efektif akan menjamin kelengkapan dan keakurasian input, proses dan output. Dalam audit terhadap aplikasi, biasanya pemeriksaan atas pengendalian umum juga dilakukan mengingat pengendalian umum memiliki kontribusi efektivitas dan pengendalian-pengendalian aplikasi.

Dengan dilakukannya audit IT diharapkan memberikan dampak positif bagi TI organisasi antara lain :
1.       Memperbaiki sistem/mekanisme perlindungan asset
2.       Memperbaiki integritas data
3.       Memperbaiki efektifitas system
4.       Memperbaiki efisiensi sistem

2.5 Mengidentifikasi Bidang Utama Kepentingan Audit
Auditor harus mengidentifikasi bidang utama kepentingan audit, yang intinya adalah yang terpenting untuk mencapai tujuan audit. Ini mencakup sistem utama yang mungkin menjadi signifikan untuk tujuan audit. Untuk setiap bidang utama dari kepentingan audit, auditor harus mendokumentasikan general support systems yang relevan dan aplikasi utama dan file, termasuk :
a)       Lokasi operasional setiap sistem utama atau file,
b)      Komponen yang signifikan dari perangkat keras dan perangkat lunak yang terkait (misalnya, firewall, router, host, sistem operasi),
c)       Sistem signifikan lainnya atau sistem tingkat sumber daya yang mendukung bidang utama kepentingan audit, dan
d)      Memprioritaskan laporan masalah audit.
Auditor juga harus mengidentifikasi semua jalur akses masuk dan keluar dari bidang utama kepentingan audit. Dengan mengidentifikasi sistem utama, file, atau lokasi, auditor dapat memusatkan upaya pada mereka, dan melakukan sedikit atau tidak ada pekerjaan yang terkait dengan bidang lain. Auditor umumnya harus memprioritaskan sistem yang penting, file, atau lokasi berdasarkan tingkat kepentingan untuk tujuan audit. auditor dapat mengkarakterisasikan item ini dengan sensitivitas atau tingkat signifikan informasi tersebut diproses, nilai moneter dari transaksi yang diproses, atau keberadaannya atau jumlah perubahan utama atau kontrol lain yang dilakukan oleh business process application.




3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer seperti perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi. Salah satu metode pengelolaan teknologi informasi yang digunakan secara luas adalah COBIT (Control Objective for Information and Related Technology).
Kerangka kerja COBIT yang memberikan model referensi proses untuk dapat mengamati dan mengelola aktivitas TI, serta kerangka kerja untuk mengukur dan memonitor kinerja TI, berkomunikasi dengan penyedia layanan dan memadukan praktek-praktek manajemen terbaik. Sebuah model proses mendorong kepemilikan proses, memungkinkan tanggung jawab dan akuntabilitas untuk didefinisikan.
Audit Teknologi Informasi adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis.






DAFTAR PUSTAKA

(1)   publication.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/868/1/21207022.pdf
(2)   missa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/15092/01+PTI.pdf

(3)   santiw.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7691/Pengantar_Sistem_Informasi.doc

Jumat, 31 Maret 2017

Etika dan Profesionalisme Sistem Informasi Penunjang Keputusan

ETIKA DAN PROFESIONALISME SISTEM INFORMASI PENUNJANG KEPUTUSAN



DISUSUN OLEH :
AINITA SAVIRA10113488
NUNIK KURNIASIH16113578
TIKA APRIYANI18113907


MATA KULIAH : ETIKA DAN PROFESIONALISME TSI

JURUSAN S1 SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas anugerah dan karunua-Nya penulisan paper ini dapat diselesaikan dengan baik. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih  kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya penulisan paper ini hingga bisa tersusun dengan baik.

  Paper ini kami susun berdasarkan pengetahuan  yang kami peroleh dari beberapa media elektronik dengan harapan orang yang membaca dapat memahami tentang pengertian etika dan profesional dalam bidang...

Kami menyadari bahwa penulisan paper ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi  perbaikan paper ini di masa mendatang.


Depok, Maret 2017
Penyusun


1.  PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Perkembangan zaman yang diiringi kemajuan teknologi yang sangat pesat dewasa ini, mendorong kita untuk senantiasa berupaya meningkatkan kemampuan dalam hal penguasaan teknologi informasi. Banyak sekali bidang yang dapat dikembangakan menggunakan teknologi informasi, salah satunya adalah dalam bidang sistem informasi pengambilan keputusan. Sistem informasi pengambilan keputusan telah menjamur dewasa ini. Sistem informasi pengambilan keputusan sangat membantu manusia dalam pekerjaannya untuk mengambil suatu keputusan yang tepat dan cermat. Namun sistem informasi pengambil keputusan hanya membantu untuk pengambilan keputusan bukan memutuskan keputusan itu sendiri, untuk memutuskan suatu keputusan itu adalah hak seorang penggunanya.
Pada perkembangannya, beberapa faktor negatif terjadi berkaitan dengan penggunaan sistem informasi pengambilan keputusan ini. Faktor-faktor negatif tersebut terbentuk akibat adanya unsur dari manusia itu sendiri. Tidak dapat dihindari akibat-akibat sampingan yang berdampak pada sistem tersebut karena pada dasarnya sistem hanyalah suatu alat yang asalnya dibuat oleh manusia, dijalankan oleh manusia, maupun digunakan oleh manusia.
Dalam hal ini kita harus memperhatikan etika dan profesionalisme dari sistem pengambilan keputusan tersebut. Etika dan profesionalisme sangat dibutuhkan untuk dijadikan suatu peraturan dasar dalam pemanfaatan sistem informasi pengambilan keputusan tersebut. Karena tidak jarang manusia menggunakan suatu sistem tanpa memperhatikan etika.

1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan dari dituliskannya paper ini adalah mengetahui akan pentingnya etika dan profesionalisme di bidang sistem informasi pengambilan keputusan serta menambah wawasan tentang etika dan profesionalisme teknologi sistem informasi.
2. PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Etika
Pengertian etika menurut James J. Spillane SJ adalah mempertimbangkan atau memperhatikan tingkah laku manusia dalam mengambil suatu keputusan yang berkaitan dengan moral. Etika lebih mengarah pada penggunaan akal budi manusia dengan objektivitas untuk menentukan benar atau salahnya serta tingkah laku seseorang kepada orang lain.

2.2 Pengertian Profesionalisme
Menurut Soedijarto adalah profesional sebagai perangkat atribut-atribut yang diperlukan guna menunjang suatu tugas agar sesuai dengan standar kerja yang di inginkan. Dari pendapat ini, sebutan standar kerja merupakan faktor pengukuran atas bekerjanya seorang atau kelompok orang dalam melaksanakan tugas.

2.3 Pengertian sistem informasi penunjang keputusan
Sistem informasi penunjang keputusan adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur maupun tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Turban 2011).

2.4 Etika Profesionalisme sistem informasi penunjang keputusan
Etika profesionalisme sistem informasi penunjang keputusan adalah seperangkat asas atau nilai yang berkenaan dengan profesi seseorang dibidang sistem informasi penunjang keputusan. Maksudnya adalah semua manusia yang berinteraksi didalam sebuah sistem informasi penunjang keputusan tersebut harus memiliki perilaku yang etis. Perilaku tersbut ialah :
• Jujur dan adil
• Memegang kerahasiaan
• Memelihara kompetensi profesi
• Memahami hukum yang terkait
• Menghargai dan melindungi kerahasisaan pribadi
• Menghindari merugikan pihak lain
• Menghargai hak milik

Dalam lingkup sistem informasi penunjang keputusan, kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitan dengan hubungan antara profesional dalam bidang sistem informasi penunjang keputusan dengan pengguna, antara para profesional sendiri, antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang profesional dengan pengguna misalnya pembuatan sebuah program aplikasi sistem informasi penunjang keputusan .
Seorang profesional tidak dapat membuat program aplikasi sistem informasi penunjang keputusan tersebut sesukanya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti tujuan dari pembuatan sistem informasi penunjang keputusan itu dibuat, seorang profesional dapat menjamin keamanan, keakuratan, kesiapan, serta validnya sebuah sistem informasi penunjang keputusa yang iabuat dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem tersebut.
Adanya etika profesionalisme sistem informasi penunjang keputusan ini, agar tidak adanya penyalahgunaan sistem dari pihak internal manusia pemegang kendali atas sistem penunjang keputusan tersebut. Penyalahgunaan tersebut akan menimbulkan masalah dalam etika teknologi sistem informasi. Menurut Richard Masson, masalah etika teknologi informasi diklasifikasi menjadi empat hal sebagai berikut :

1. Privasi
Yaitu hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan orang lain yang memang tidak berhak untuk melakukannya
2. Akurasi
Layanan informasi harus diberikan secara tepat dan akurat sehingga tidak merugikan pengguna informasi
3. Property
Perlindungan kekayaan intelektual yang saat ini digalakkan oleh HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) mencakup tiga hal :
a. Hak Cipta (copy right)
Hak yang dijamin kekuatan hukum yang melarang menduplikasi kekayaan intelektual tanpa seizin pemegangnya. Diberikan selama 50 tahun.
b. Paten
Bentuk perlindungan yang sulit diberikan karena hanya diberikan bagi penemuan inovatif dan sangat berguna. Berlaku selama 20 tahun.
c. Rahasia Perdagangan
Perlindungan terhadap kekayaan dalam perdagangan yang diberikan dalam bentuk lisensi atau kontrak.
4. Akses
Semua orang berhak untuk mendapatkan informasi. Perlu layanan yang baik dan optimal bagi semua orang dalam mendapatkan informasi yang diinginkan.

2.4.1 Faktor penyebab pelanggaran etika profesionalisme sistem informasi penunjang keputusan
• Tidak berjalannya kontrol dan pengawasan dari masyarakat
• Organisasi profesi tidak dilengkapi dengan saran dan mekanisme bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan
• Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik profesi, karena buruknya pelayanan sosialisasi
• Belum terbentuknya budaya dan kesadaran dari para sesama profesi TI untuk menjaga martabat luhur profesinya.
• Tidak adanya kesadaran etis dan moralitas diantara para pengemban profesi IT



2.5 Bagaimana menghadapi masalah terkait dengan etika profesionalisme sistem informasi penunjang keputusan

1. Brainstorming (sebuah alat bantu yang digunakan untuk mengeluarkan ide dari setiap anggota tim yang dilakukan untuk mengeluarkan ide dari setiap anggota tim yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis)
• Daftarkan resiko, isu, masalah dan akibat yang ada
• Daftarkan pihak-pihak yang terlibat
• Daftarkan tindakan/ perbuatan yang mungki terjadi.
2. Analisis
• Identifikasi tanggung jawab dari pembuat keputusan
• Identifikasi hak-hak dari pihak-pihak yang terlibat
• Pertimbangkan dampak dari pilihan-pilihan tindakan terhadap pihak-pihak tersebut
• Temukan pedoman dalam kode etik profesi anda.
• Kategorikan tiap pilihan tindakan sebagai “wajib secara etis” , “dilarang secara etis”, atau “dapat diterima secara etis”
• Pertimbangkan manfaat dari tiap pilihan tindakan dan pilihlah salah satunya.

3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Etika adalah pertimbangan tingkah laku manusia dalam mengambil keputusan  yang berkaitan dengan moral. Profesionalisme adalah  perangkat atribut-atribut yang diperlukan guna menunjang suatu tugas agar sesuai dengan standar kerja yang diinginkan. Sistem informasi penunjang keputusan adalah sebuah sistem yang  mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur maupunt tak terstruktur.
Etika profesionalisme sistem informasi penunjang keputusan adalah seperangkat asas atau nilai yang berkenan dengan profesi seseorang dibidang sistem informasi penunjang keputusan. Kode etik profesi ini memuat kajian ilmiah mengenai prinsip yang berhubungan dengan profesionalisme dalam bidang sistem informaai penunjang keputusan. Perilaku tersebut diantaranya jujur dan adil, memegang kerahasiaan, memelihara kompetensi profesi, memahami hukum yang terkait, menghargai dan melindungi kerahasiaan pribadi, menghindari merugikan orang lain serta menghargai hak milik..
Seorang profesional harus memperhatikan tujuan pembuatan aplikasi sistem untuk menjamin keamanan, keakuratan, kesiapan serta validnya sistem yang dibuat. Faktor penyebab pelanggaran etika profesional sistem ini diantaranya tak ada kontrol dan pengawasan, tidak dilengkapi saran dan sebagainya. Serta bagaimana menghadapinya yaitu melakukan brainstorming dan analisis.


DAFTAR PUSTAKA

URL :

URL  






NAMA BLOG MASING-MASING ANGGOTA

AINITA SAVIRA

NUNIK KURNIASIH


TIKA APRIYANI

Kamis, 10 November 2016

ERP dan Tools pada Compiere

ERP mempunyai kepanjangan Enterprise Resource Planning yang merupakan sebuah perencanaan atau sistem informasi dalam suatu perusahaan yang bertujuan untuk mengatur sumber daya, tenaga kerja, bahan dan seluruh aktivitas dalam perusahaan. Tujuan ERP adalah mempermudah semua departemen perusahaan untuk dapat berkomunikasi dan bertukar informasi serta memberi manfaat kepada perusahaan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.

Tools pada Compiere :
  • Ignore = Membatalkan data yang baru saja diinput
  • Help = Menampilkan window bantuan
  • New Record = Membuat atau memulai record baru
  • Delete = Menghapus record yang telah diinput
  • Save = Menyimpan record yang telah diinput ke dalam database
  • Refresh = Menampilkan record yang baru diinput sehingga record lama tidak tampil lagi
  • Find = Mencari record yang dapat meliputi pencarian customer, vendor, employee, dan lain-lain
  • Attachment = Pengiriman database ke user yang meminta pengiriman melalui web
  • Data Grid = Menampilkan seluruh record berupa tabel
  • History = Menampilkan tanggalan yang menentukan tanggal dibuatnya database dalam compiere dan menampilkan seluruh data berdasarkan tanggal
  • Menu = Digunakan untuk kembali ke window menu utama
  • Parent Record = Menampilkan record hanya berupa judul 
  • Detail Record = Menampilkan record atau data secara detail
  • First Record = Menampilkan record yang ada di baris atasnya beserta dengan keterangan
  • Last Record = Menampilkan record hanya pada baris bawahnya atau sebelumnya
  • Next Record = Menuju ke dalam record selanjutnya dalam suatu report
  • Report = Menampilkan report yang sudah terdapat data input.
  • Archive Document & Report = Mengambil data berupa dokumen dan report
  • Print = Untuk mencetak laporan dalam bentuk hasil cetakkan kertas
  • Zoom Across = Menampilkan tampilan window zoom untuk mengganti data
  • Active Workflows = Menginformasikan area alur kerja yang aktif pada compiere

Proposal Pembuatan Aplikasi Website

PROPOSAL
Pembuatan Aplikasi Website “EVENTDEPOK”
Diajukan Sebagai Tugas dari Mata Kuliah
Pengembangan Telematika #




Disusun oleh :

4KA17
Ainita Savira                           10113488
Arum Puspitarini                     11113405
Erni Arsulia                             12113952
Nunik Kurniasih                      16113578
Tika Apriyani                          18113907



SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016


EXECUTIVE SUMMARY
Website EVENTDEPOK merupakan aplikasi berbasis web yang berisi acara-acara yang akan diselenggarakan di Kota Depok yang dikelola oleh satu team. Tujuan dari aplikasi ini dibangun agar dapat memudahkan pihak penyelenggara menyebarluaskan acara mereka dan memudahkan masyarakat dalam menemukan acara di Kota Depok. Berikut ini proyek pengembangan aplikasi yang akan dikerjakan :
Proyek Pengembangan Aplikasi
Target Mulai
Target Selesai
Website EVENTDEPOK
Januari 2017
April 2017

PENDAHULUAN
Depok adalah sebuah Kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota Depok berdiri sejak 27 April 1999 dan berlokasi diantara Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi.
Depok mempunyai 4 aspek penting yang saling berhubungan seperti Akademisi, Pebisnis, Komunitas dan Pemerintahan.  Aspek-aspek di atas merupakan kombinasi yang baik untuk membuat Kota Depok menjadi lebih dikenal oleh penduduknya dan banyak acara yang daoat diselenggarakan di Kota Depok.
Acara-acara yang diselenggarakan merupakan aktivitas yang baik untuk meningkatkan “sense of belonging” penduduk terhadap Kota Depok. Oleh karena itu, penduduk dapat lebih mengetahui tempat mereka tinggal dan menimbulkan kebanggaan tentang potensi Kota Depok.

TUJUAN
Terdapat tujuan dari dibuatnya aplikasi ini, yaitu sebagai berikut :
      Membantu pihak penyelenggara menyebarluaskan acaranya.
      Memudahkan penduduk Kota Depok menemukan acara untuk dapat ikut berpartisipasi.
      Mengkoneksikan 4 aspek yaitu akademisi, pebisnis, komunitas dan pemerintahan Kota Depok.

STRUKTUR ORGANISASI
Terdapat anggota dari tim pelaksana pembuatan aplikasi web yang yang terdiri dari beberapa bagian seperti :
  1. Ketua Pelaksana                      : Erni Arsulia
  2. Analis                                      : Arum Puspitarini
  3. Pengumpulan Data                  : Nunik Kurniasih
  4. Web Desainer                         :Ainita Savira
  5. Programmer                            : Tika Apriyani

ARSITEKTUR SISTEM
Secara umum, website EVENTDEPOK yang akan dibangun, memiliki beberapa karakteristik seperti berikut :
  1. Aplikasi berbasis web, disepakati menggunakan bahasa pemrograman PHP dnegan menggunakan framework CodeIgniter.
  2. Mengelola data master yang disimpan menggunakan DBMS MySQL.
  3. Terdapat 2 jenis user, yaitu :
a)      System Super Admin
User yang bertugas mengelola data master seperti data acara, poster dan lain-lain.
b)      Pengunjung atau user
User yang dapat langsung mengunjungi aplikasi web tanpa harus mendaftar menjadi member pada web.

TANGGAPAN
Setelah diadakan diskusi dengan anggota team, kami memutuskan untuk membuat inovasi yang berbeda dari masing-masing tugas sebelumnya yaitu mengusulkan sebuah inovasi dari mata kuliah ini. Pembuatan website EVENTDEPOK dibuat dinamis dan user friendly. Website ini diharapkan menjadi media antara penyelenggara acara dan penduduk. Website ini dibangun menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman dan MySQL sebagai databasenya.
Dalam website ini terdapat dua akses, yaitu :
  1. Administrator (admin)
Pada akses ini, yang bertindak sebagai admin akan dapat memasukkan data-data berupa e-poster dan materi acara yang akan diselenggarakan. Pada akses ini terdapat beberapa menu seperti :
a)      Tabel Banner
Tabel banner yang berguna untuk menyimpan gambar-gambar untuk dipasang di aplikasi web yang dibangun.
b)      Tabel Event
Tabel event yang berguna untuk menyimpan acara-acara yang akan diselenggarakan dan akan ditampilkan di aplikasi web.
c)      Tabel Kategori
Tabel kategori yang berguna untuk menyimpan kategori-kategori yang akan ditampilkan di aplikasi web.
d)      Tabel Blog
Tabel blog yang berguna untuk menyimpan press release acara-acara yang diselengarakan dan ditampilkan di aplikasi web.
e)      Tabel Gambar
Tabel gambar yang berguna untuk menyimpan gambar-gambar yang akan ditampikan di aplikasi web.
Admin wajib menjaga kerahasiaan data dan informasi yang ada.
  1. User
Pada akses ini, user dapat mengunjungi website untuk melihat konten dari acara-acara yang diselenggarakan di Depok. User tidak perlu mendaftar sebagai anggota pada website. Pada akses user, terdapat beberapa menu seperti :
a)      Home
Merupakan menu yang ketika di klik akan muncul halaman utama dari aplikasi web.
b)      About
Merupakan menu yang ketika di klik akan muncul halaman tentang aplikasi web yang sedang dibangun.
c)      Events
Merupakan menu yang ketika di klik akan muncul halaman event yang berisi gambar-gambar acara yang akan ditampilkan di aplikasi web.
d)      Team
Merupakan menu yang ketika di klik akan muncul halaman team yang berisi anggota web developer yang akan ditampilkan di aplikasi web.
e)      Blog
Merupakan menu yang ketika di klik akan muncul halaman blog yang berisi press release dari acara yang diselenggarakan dan ditampilkan di aplikasi web.
f)       Contact
Merupakan menu yang ketika di klik akan muncul halaman kontak yang berisi kontak yang dapat dihubungi mengenai acara yang ditampilkan di aplikasi web.

RENCANA ANGGARAN BIAYA
PEMBUATAN WEBSITE EVENTDEPOK

Web Development
1)      Registrasi Domain (1 Tahun)
Rp    500.000
2)      Web Hosting (100 Mb) Rp 100.000 x 12 bulan
Rp 1.200.000
3)      Web Desain
Rp 5.000.000
4)      Input Data dan analisis
Rp 2.000.000
Total Biaya Pembangunan Web
Rp 8.700.000

KESIMPULAN
Website EVENTDEPOK dibangun untuk mempermudah warga Depok mengakses acara-acara yang akan diselenggarakan di Kota Depok. Website eventdepok berisi menu-menu seperti Home, About, Events, Blog, Team, dan Contact. Website ini dibangun dengan menggunakan PHP dan MYSQL dan bersifat dinamis serta user friendly.
Semua informasi yang disediakan dalam proposal ini adalah nyata dan lengkap. Sebagai team web developer, kami sangat membutuhkan apresiasi dari anda dan dukungan dalam pelaksanaan pembangunan aplikasi web ini. Kami percaya, aplikasi ini dapat memenuhi tujuan yang ada. Kami juga sangat terbuka pada dukungan, saran atau kritik dalam pembangunan web ini. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan perhatiannnya.