Minggu, 05 Oktober 2014

Millenium Development Goals (MDGs) 2015

Tujuan Pembangunan Milenium adalah berupa 8 butir tujuan untuk dicapai pada tahun 2015. Ini adalah Deklarasi Milenium hasil kesepakatan kepala Negara dan perwakilan dari 189 negara PBB yang mulai dijalankan pada bulan September 2000.
Targetnya adalah tercapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada tahun 2015. Target ini merupakan tantangan utama dalam pembangunan di seluruh dunia yang terurai dalam Deklarasi Milenium dan diadopsi oleh 189 negara serta ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara pada saat KTT Milenium di New York pada bulan September 2000.
Pemerintah Indonesia turut menandatangani Deklarasi Milenium tersebut yang berisi komitmen negara masing-masing dan komunitas internasional untuk mencapai 8 buah tujuan pembangunan dalam MDGs itu sebagai satu paket tujuan.

8 TUJUAN DEKLARASI MILENIUM

1.       Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan.
2.       Mencapai pendidikan dasar untuk semua.
3.       Mendorong kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan.
4.       Menurunkan angka kematian anak.
5.       Meningkatkan kesehatan ibu.
6.       Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya.
7.       Memastikan kelestarian lingkungan hidup, dan
8.       Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.

TUJUAN PEMBANGUNAN MILENIUM DI INDONESIA

Setiap Negara yang berkomitmen dan menandatangani perjanjian diharapkan membuat laporan MDGs. Pemerintahan Indonesia melaksanakannya dibawah koordinasi Bappenas dibantu dengan Kelompok Kerja PBB dan telah menyelesaikan laporan MDG pertamanya yang ditulis dalam Bahasa Indonesia dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan kepemilikan pemerintah Indonesia atas laporan tersebut.
Kini MDGs telah menjadi referensi penting pembangunan di Indonesia, mulai dari tahap perencanaan seperti yang tercantum pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) hingga pelaksanaannya. Walaupun mengalamai kendala, namun pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai tujuan-tujuan ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak, termasuk masyarakat madani, pihak swasta, dan lembaga donor. Pencapaian MDGs di Indonesia akan dijadikan dasar untuk perjanjian kerjasama dan implementasinya di masa depan. Hal ini termasuk kampanye untuk perjanjian tukar guling hutang untuk negara berkembang sejalan dengan Deklarasi Jakarta mengenai MDGs di daerah Asia dan Pasifik. 

PENCAPAIAN MDGS 2015 DI INDONESIA

MDG 1 - Indonesia telah berhasil mengurangi kemiskinan ekstrem posisi awal tahun 1990 sebanyak 20,6 % telah bergeser sebanyak 7,5 % di tahun 2010. Indonesia terus bertekad dapat mencapai target MDGs pada tahun 2015.

Saat ini Indonesia sudah dikategorikan sebagai negara berpenghasilan menengah. Indikatornya adalah karena penghasilan masyarakat Indonesia berdasarkan Gross National Index (GNI), yang dihitung dari nilai pasar total dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu, penghasilan perkapita Indonesia tahun 2007 adalah US$ 1.650. Nilai ini setara dengan negara lainnya, maka Indonesia masuk urutan ke -142 dari 209 negara (UNDP, 2008).

Indonesia telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan, indikator nya US$ 1,00 per kapita perhari menjadi setengahnya. Kemajuan ini telah dicapai untuk menurunkan tingkat kemiskinan, garis kemiskinan nasional sebesar 13,33% (2010) menuju target 8-10% pada tahun 2014. Pravalensi kekurangan gizi pada balita menurun dari 31% pada tahun 1989 menjadi 18,4% pada tahun 2007, diperkirakan indonesia mencapai target MDGs 15,5% pada tahun 2015.

MDG 2 & 3 - Indonesia dalam mencapai target MDGs mengenai pendidikan dasar dan melek huruf sudah menuju pencapaian target 2015. Indonesia menetapkan pendidikan dasar melebihi target MDGs dengan menambahkan sekolah menengah pertama sebagai sasaran pendidikan dasar universal. Pada tahun 2008/2009, angka partisipasi kasar (APK) SD/MI termasuk paket A mencapai 116,77% dan angka partisipasi murni (APM) sekitar 95,23%. Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan pemerintah telah mendorong meningkatkan kesetaraan gender di semua jenjang dan jenis pendidikan. Rasio angka partisipasi murni (APM) perempuan terhadap laki laki di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama berturut turut sebesar 99,73% dan 101,99% pada tahun 2009, dan rasio melek huruf perempuan terhadap laki laki pada kelompok usia 15 sampai 24 tahun mencapai 98,85%.

MDG 4 & 5 - Menurunkan angka kematian anak telah menunjukkan angka yang signifikan sekali dari 68 pada tahun 1991 menjadi 34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007, sehingga target sebesar 23 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2015 diperkirakan tercapai. Di indonesia, angka kematian ibu melahirkan (MMR/maternal mortality rate) menurun dari 390 tahun 1991 menjadi 228 per 100.000  kelahiran hidup. Upaya menurunkan angka kematian ibu didukung dengan meningkatkan angka pemakaian kontrasepsi dan menurunkan unmeet need yang dilakukan melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi.

MDG 6 - Tingkat prevalensi HIV/AIDS cenderung meningkat di indonesia terutama pada kelompok resiko tinggi pengguna narkoba suntik dan pekerja seks. Jumlah kasus HIV/AIDS yang dilaporkan di indonesia meningkat dua kali lipat antara tahun 2004 dan 2005. Angka kejadian malaria per 1000 penduduk menurun dari 4,68 tahun 1990 jadi 1,85 tahun 2009.

MDG 7 - Tingakt emisi gas rumah kaca di indonesia cukup tinggi walaupun upaya peningkatan luas hutan, pemberantasan pembalakn hutan, dan komitmen untuk melaksanakan kebijakan penurunan emisi karbon dioksida dalam 20 tahun kedepan telah dilakukan. Proporsi rumah tangga dengan akses air minum layak meningkat dari 37,73 persen tahun 1993 jadi 47,71 persen tahun 2009. Proporsi rumah tangga dengan akses sanitasi layak meningkat dari 24,81 persen tahun 1993 jadi 51,19 persen tahun 2009.
Sumber: UNDP

KONTROVERSI DI INDONESIA

Upaya Pemerintah Indonesia merealisasikan Tujuan Pembangunan Milenium pada tahun 2015 akan sulit karena pada saat yang sama pemerintah juga harus menanggung beban pembayaran utang yang sangat besar. Program-programMDGs seperti pendidikan, kemiskinan, kelaparan, kesehatan, lingkungan hidup, kesetaraan gender, dan pemberdayaan perempuan membutuhkan biaya yang cukup besar. Merujuk data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan, per 31 Agustus 2008, beban pembayaran utang Indonesia terbesar akan terjadi pada tahun 2009-2015 dengan jumlah berkisar dari Rp97,7 triliun (2009) hingga Rp81,54 triliun (2015) rentang waktu yang sama untuk pencapaian MDGs. Jumlah pembayaran utang Indonesia, baru menurun drastis (2016) menjadi Rp66,70 triliun. Tanpa upaya negosiasi pengurangan jumlah pembayaran utang Luar Negeri, Indonesia akan gagal mencapai tujuan MDGs.

Menurut Direktur Eksekutif International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) Don K Marut Pemerintah Indonesia perlu menggalang solidaritas negara-negara Selatan untuk mendesak negara-negara Utara meningkatkan bantuan pembangunan bukan utang, tanpa syarat dan berkualitas minimal 0,7% dan menolak ODA (official development assistance) yang tidak bermanfaat untuk Indonesia. Menanggapi pendapat tentang kemungkinan Indonesia gagal mencapai tujuan MDGs apabila beban mengatasi kemiskinan dan mencapai tujuan pencapaian MDG pada tahun 2015 serta beban pembayaran utang diambil dari APBN pada tahun 2009-2015, Sekretaris Utama Menneg PPN/Kepala Bappenas Syahrial Loetan berpendapat apabila bisa dibuktikan MDGs tidak tercapai di 2015, sebagian utang bisa dikonversi untuk bantu itu. Pada tahun 2010 hingga 2012 pemerintah dapat mengajukan renegosiasi utang. Beberapa negara maju telah berjanji dalam konsesus pembiayaan (monetary consensus) untuk memberikan bantuan. Hasil kesepakatan yang didapat adalah untuk negara maju menyisihkan sekitar 0,7% dari GDP mereka untuk membantu negara miskin atau negara yang pencapaiannya masih di bawah. Namun konsensus ini belum dipenuhi banyak negara, hanya sekitar 5-6 negara yang memenuhi sebagian besar ada di Skandinavia atau Belanda yang sudah sampai 0,7%.

Menurut Pendapat Saya, Indonesia sudah banyak membuat kemajuan dalam pencapaian MDGs 2015, bisa dilihat pada poin-poin pada Pencapaian MDGS 2015 di Indonesia. Indonesia sudah bekerja keras untuk meningkatkan mutu negara dalam mencapai target dengan menurunkan angka-angka yang tinggi. Namun tetap ada kendala pada pencapaian target tersebut, yaitu kendala pada utang dengan pihak luar. Karena masalah ini, pencapaian pun pasti akan terhambat dan bisa menyebabkan kegagalan pencapaian mdgs 2015. Maka dari itu, sebaiknya dari diri sendiri pun harus bisa membantu Negara kita ini dengan menyiapkan mental, mengembangkan kemampuan dan keterampilan pribadi serta mempersiapkannya untuk menghadapi pasar bebas yang sebentar lagi akan kita hadapi, agar kita bisa bersaing dengan pesaing luar. Jika kita tidak mempersiapkan itu semua, kita akan tertinggal dibelakang dan bisa kalah dalam bersaing karena ketidaktahuan akan keterampilan dari diri sendiri. Dengan begitu Negara Indonesia pasti akan bisa setara dalam menghadapi pesaing dari Negara berkembang dan Negara maju lainnya. Tetap semangat untuk memajukan bangsa Indonesia yang kuat ini!

Referensi :
http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2014/02/04/pencapaian-mdgs-2015-di-indonesia-629534.html

Kamis, 19 Juni 2014

Tari Indang Badinding

A. Sejarah Tari Indang

Tari Indang merupakan salah satu kesenian tari yang berasal dari Minangkabau, Etnik Minangkabau menyimpan banyak kekayaan tradisi lisan. Asal usul Tari Indang adalah dari kata Indang atau disebut Badindin, salah satunya. Tarian ini sesungguhnya suatu bentuk sastra lisan yang disampaikan secara berkelompok sambil berdendang dan memainkan rebana kecil.

Pada awalnya kesenian tari indang bertujuan untuk keperluan dakwah Islam. Itu sebabnya, sastra yang dibawakan berasal dari shalawat Nabi Muhammad SAW atau hal-hal bertema keagamaan. Tari Indang berkembang dalam masyarakat tradisional Minangkabau yang menghuni wilayah kabupaten Padang Pariamam.

Nasrul Azwar, aktivis budaya yang tinggal di Padang menyebutkan, secara historis Indang merupakan hasil perkawinan budaya antara Minangkabau dan peradaban Islam abad ke-14. Pperadaban tersebut diperkenalkan pedagang yang masuk ke Aceh melalui pesisir barat Pulau Sumatra dan selanjutnya menyebar ke Ulakan-Pariaman.

Kalau dibedakan lebih dalam, Tari Indang muncul jenis-jenis nyanyian maqam, iqa'at dan avaz serta penggunaan musik gambus. Maqam menggambarkan tangga nada, struktur interval dam ambisius. Iqa'at menyimpan pola ritmik pada musik Islam. Avaz ialah melodi yang bergerak bebas tanpa irama dan diperkenalkanlah musik Islam.

Pentas Tari Indang biasa diramaikan oleh tujuh penari yang semuanya laki-laki. Ketujuh penari itu biasa dinamai 'anak indang'. Mereka dipimpin seorang guru yang disebut tukang dzikir. Ya, memang Indang merupakan manifestasi budaya mendidik lewat suara dana kentalnya pengaruh budaya Islam di Minangkabau.

Tari Indang kini tidak hanua dipentaskan saat upacara Tabuik. Tari ini pun sering dipentaskan pada berbagai acara lain, seperti acara Penyambutan Tamu Agung, Pengangkatan Penghulu di suatu desa, atau acara Festival Budaya. Tari Indang merupakan salah satu kekayaan kebudayaan nusantara. Tari ini merepresentasikan masyarakat Pariaman yang bersahaj, saling menghormati dan patuh kepada perintah Tuhan sesuai dengan budaya Melayu.

B. Makna Tari Indang

Tari Indang menyimpan makna yang sangat dalam soal kebesaran Islam dan Allah SWT dalam gerakan serta nyanyiannya. Unsur-unsur nada dan irama yang bersifat pujian dimasukkan ke dalam tarian ini. Secara umum, jika diikuti dari awal sampai akhir lalu dibedah, isi tarian ini adalah kisah kedatangan awal agama Islam di Minangkabau, yang banyak membentuk corak budaya di daerah ini hingga sekarang.

Akan tetapi, bahkan bagi yang bukan muslim atau orang luar Sumatra Barat, tarian ini tetap dianggap sebagai salah satu tarian khas Sumatera Barat yang dinamis, unik dan sangat berkesan. Selain itu, tarian ini sebenarnya merupakan satu bentuk dokumentasi sejarah dan budaya, karena 'merekam' kisah awal masuknya Islam ke Sumatra Barat.

C. Penampilan Kelompok Menari

Berdasarkan tugas Ilmu Budaya Dasar pada semester 2 (Genap) ini, saya mendapat kelompok menari untuk pengambilan nilai tugas tersebut. Kami menampilkan Tari Indang Badinding dengan anggota penari sebagai berikut,
Dari kiri ada Yudha Tri Anggoro, Erianti Anggraeni, Dhony Setiawan Eka, Sarah Dibah Fadli, Sugeng Laksono, Tika Apriyani (saya), Gilank Rangesti dan Alfathan Desta Mahatvayodha.

Yang ditengah adalah Dosen Mata Kuliah Ini bu Widio P.
Demikian tulisan ini, bila terdapat kesalahan mohon dimaklumi karena saya masih dalam tahap belajar dan SEMOGA BERMANFAAT!





http://www.wisatanews.com/
http://spectradancestudio.wordpress.com/
http://www.pelangiholiday.com/

Resensi Buku "TOLONG, RADITH MEMBUAT SAYA BEGO!"


 IDENTITAS BUKU
Judul Buku                   :  TOLONG, RADITH MEMBUAT SAYA BEGO!
Nama Penulis              :  Raditya Dika dan teman-teman sepermainan
Nama Penerbit            :  GagasMedia
Tempat Terbit             :  Jakarta Selatan
Tahun Terbit               :  Cetakan Pertama, 2008
                                       Cetakan Ke Tujuh Belas, 2013
Jumlah halaman         :  XVI + 126 halaman
Harga Buku                 :  Rp 18.000,-

CUPLIKAN ISI BUKU
Buku ketiga gue, Radikus Makankakus, sepertinya banyak membuat prang salah kaprah. Banyak orang mengira dari juduknya, Radikus Makankakus bakalan berhubungan dengan kakus. Entah ada cerita tentang kakus atau ada hubungannya dengan gue makan-kakus, pokoknya berhubungan erat dengan kakus, deh.
Padahal, Radikus Makankakus berarti nama latih dari Raditya Dika. You know, misalnya kucing itu nama latinnya Felix catus, nah gue itu ceritanya punya nama latin Radikus Makankakus. Gue sama sekali tidak bermaksud untuk membuat buku kakus-kakusan.
Kesalahpahaman dialami juga oleh nyokap gue. Sewaktu buku Radikus Makankakus baru terbit, nyokap langsung mengajak gue bicara.
‘Mama denger dari Ingga-Anggi…..’
‘Katanya judul buku baru kamu ada makan-kakus makan-kakusnya ya?’
‘Iya sih, kenapa emang?’
Nyokap ngamuk, ‘KAMU NGAPAIN LAGI SAMPAI MAKAN KAKUS?’
‘Hah?’
‘Iya, di buku baru kamu itu, kamu makan kakus?’
‘Engga!’ Gue shock. ‘Itu judulnya Radikus Makankakus tapi gak ada makan kakusnya.’
Nyokap membenarkan duduknya, dia mengambil napas panjang dan mengembuskannya kembali. ‘Kata Ingga-Anggi, dalem buku itu ada potonya segala. Itu poto kamu makan kakkus?’
‘BUKAAAAN! Di buku itu ada poto-poto, tapi gak ada poto makan kakus, ya ampun… makan kakus itu bagian dari judulnya… Radikus Makankakus gitu lho…. Makanya, beli dulu bukunya!’
‘BENER?’ Nyokap nggak yakin.
‘Ya ampuuunnnn. Bener. Beli aja bukunya!’ kata gue sambil berharap nyokap membeli bukunya dan nambahin royalti gue.

GARIS BESAR ISI BUKU
Buku ini merupakan buku Non-Fiksi Komedi karya Raditya Dika dan teman-teman sepermainannya. Isi buku ini menceritakan tentang proyek yang memperlihatkan bahwa penulis dan pembaca bermain bersama. TOLONG, RADITH MEMBUAT SAYA BEGO! Adalah kumpulan tulisan Raditya Dika bersama teman-teman sepermainannya lewat kontes “Aku dan Buku Radith-ku” yang dibuat di www.radityadika.com. Konsep si Raditya Dika adalah membuat kompetisi sederhana untuk para pembaca mengapresiasikan tulisan mereka melalui websitenya untuk mengirimkan foto aksi dan tulisan peserta kontes yang aneh, unik serta gila menggunakan buku-buku hasil karangan Raditya Dika seperti Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus dan Radikus Makankakus.

KELEBIHAN
Covernya bagus, unik dan tulisannya timbul. Bahasa yang digunakan pada buku ini adalah bahasa sehari-hari dan informal, memudahkan pembaca untuk memahami dan membayangkan saat membaca sehingga pembaca bisa terhibur. Terdapat kumpulan foto, gambar ilustrasi yang unik dan lucu serta cerita dari tulisan yang berbeda-beda penulisnya (Raditya Dika dan teman-teman sepermainan) yang dimuat dalam satu buku ini. Memanfaatkan kertas daur ulang sehingga harga beli buku ini cukup murah.

KELEMAHAN
Bahasa yang digunakan vulgar dan tidak termasuk bahasa yang sopan. Kertasnya buram dan foto yang dimuat dalam buku ini kurang jelas karena tidak berwarna.

Saya meresensi buku ini karena buku ini cukup menghibur saya saat membacanya, buku non fiksi-komedi membuat pembaca menjadi tertawa, terhibur dan bahasanya mudah sekali dipahami. Membaca buku ini juga membuat pembaca berimajinasi dan dari judul buku membuat penasaran untuk dibaca.





Rabu, 22 Januari 2014

Pengalaman Jalan-Jalan Ke Museum



Jum’at, 27 Desember 2013. Saya dan 5 teman lainnya yaitu Ratih, Dita, Iyus, Sarah dan Farhan sudah merencanakan untuk pergi ke museum yang terletak di Jakarta kota. Kami menuju Jakarta kota menggunakan Kereta Commuter Line hanya dalam waktu 1 jam perjalanan menuju stasiun Jakarta kota dari Stasiun Depok baru, kami baru mendapatkan kereta tujuan Stasiun Jakarta Kota pada pukul 10 pagi. Sebelumnya kami bertemu di stasiun Depok Baru pukul 9 pagi dan saya menuju Stasiun Depok Baru menggunakan motor dan dititipkan di penitipan motor yang ada di stasiun tersebut. Sekarang, naik kereta commuter line sangatlah praktis. Saat membeli karcis kita akan mendapat kartu single trip dengan tarif Rp 9.500,- (RP 5.000,- untuk jaminan kartu dan Rp 4.500,- tarif tiket kereta). Kartu single trip  sudah termasuk jaminan kartu selama 7 hari dari hari pembelian dan dapat ditukarkan lagi untuk mendapat jaminan uang kembali. Cara menggunakan kartu single trip hanya dengan menempelkannya saja ke mesin commuter ticketing yang ada dipintu masuk. Kelemahan dari kartu single trip hanya bisa diisi tarif kereta sesuai tujuan, tetapi bisa diisi ulang kembali dalam waktu 7 hari.
Sebenarnya tidak nyaman saat perjalanan berangkat dikarenakan berbarengan dengan jam berangkat kerja orang kantoran. Di dalam kereta dari Stadebar (Stasiun Depok Baru) hingga sampai Stasiun Cikini kami berdiri karena kereta sangat padat. Setelah itu kami baru bisa duduk dari Stasiun Cikini hingga sampai di Stasiun Jakarta Kota. Awalnya announcer di stadebar kereta memang mengumumkan bahwa kereta akan menuju tujuan akhir di stasiun Jakarta kota tetapi saat beberapa stasiun kami lewati kami mendengarkan bahwa announcer menyebutkan kereta yang kami tumpangi hanya sampai stasiun Manggarai. Dikarenakan terjadi kebakaran disalah satu ruko yang ada di stasiun Gambir pada pukul -/+ 10 pagi. Kami mulai merencanakan akan menggunakan transportasi Bus Transjakarta dari Manggarai hingga Jakarta Kota. Tetapi, setelah sampai di Stasiun Cikini announcer menyebutkan ternyata keadaan sudah normal dan kereta yang kami tumpangi akan menuju ke tujuan awal yaitu Stasiun Jakarta Kota. Kami akhirnya bisa bernafas lega karena tidak perlu repot untuk menggunakan Bus Transjakarta.
Sesampainya di stasiun Jakarta Kota kira-kira pukul 11 siang, kami mampir untuk membeli beberapa Roti’O dan minuman untuk persediaan. Setelah itu kami keluar dari pintu utara stasiun untuk menuju museum Bank Indonesia. Dari stasiun hanya butuh berjalan kaki dan menyebrangi 2 ruas jalan raya untuk tiba di Bank Indonesia. Setelah sampai di depan pintu gerbang Bank Indonesia kami menghabiskan makanan kami terlebih dahulu karena di dalam museum tidak boleh memakan makanan dan minuman diarea museum, serta tas pengunjung juga harus dititipkan. Ini beberapa foto-foto kami di depan Bank Indonesia.

IMG_7667.jpg          IMG_7677.JPG

            Sekitar pukul 11.30 kami memasuki museum Bank  Indonesia. Di pintu masuk tas kami harus diperiksa petugas yang berjaga terlebih dahulu agar tidak ada unsur kriminal yang dibawa di dalam tas para pengunjung. Setelah diperiksa kami menuju ke atas untuk menitipkan tas dan memasuki area museum yang ada di Bank Indonesia.
Saat menitipkan tas, penjaga penitipan barang memberitahu bahwa dalam waktu 15 menit lagi museum akan ditutup untuk beristirahat karena para petugas harus melaksanakan ibadah sholat Jum’at. Mendengar hal itu kami tidak mau menyia-nyiakan waktu. Jadi, dalam waktu 15 menit kami harus memanfaatkan waktu untuk melihat isi yang ada di dalam museum tersebut. Setelah menitipkan barang bawaan kami menuju ke meja tiket dan ternyata masuk museum Bank Indonesia tidak dikenakan biaya alias gratis. Kami hanya mendapatkan tiket sebagai bukti kami pengunjung museum Bank Indonesia.

      
Di dalam museum sangat sejuk dan nyaman sekali untuk para pengunjung, padahal suhu Jakarta Kota saat itu cukup terik di luar. Sebenarnya saya sendiri tidak terlalu memperhatikan cerita yang ada di dalam museum, tetapi banyak peninggalan sejarah Bank Indonesia yang memukau sekali. Disaat pertama memasuki area museum ada peninggalan sejarah berupa lukisan kapal-kapal yang besar seolah-olah kita sedang berada di pelabuhan. Ada juga rempah-rempah yang disimpan disini dan ini merupakan rempah-rempah yang jaman dulu sangat diburu oleh para penjajah karena kekayaan alam Indonesia ini. Saya mengambil beberapa foto yang ada di dalam museum Bank Indonesia tersebut :

                                         

Setelah pukul menunjukkan 11.45 kami harus keluar dari museum karena akan ditutup untuk waktu istirahat. Kami memutuskan untuk kembali ke museum Bank  Indonesia lagi karena belum puas melihat-lihat museum ini. Karena sudah menunjukkan waktu makan siang, kami pergi untuk mencari makan siang di sekitar kawasan Wisata Kota Tua.
Sebelum mencari makan, kami melihat seorang penjual tasbih dan di lapaknya terdapat tulisan membaca garis tangan, arti sebuah nama dan meramal. Teman saya Dita tertarik untuk sekedar mampir dan istilahnya “iseng” karena penasaran dengan arti namanya dan membaca garis tangannya. Akhirnya kami mampir dan cukup lama juga kami berada disitu. Dari kami berenam hanya Iyus dan Farhan yang tidak tertarik dengan hal tersebut. Saya, Dita, Sarah dan Ratih mencoba bertanya-tanya dengan orang tersebut. Kami berada di tempat itu cukup lama sekitar 30-45 menit karena sangat menyenangkan membicarakan hal-hal yang belum kita ketahui ke depannya akan terjadi seperti apa dalam hidup kita. Percaya tidak percaya dengan hal seperti ini, hal ini hanya untuk seru-seruan saja dalam menunggu Museum Bank  Indonesia dibuka kembali. Setelah puas dengan hal-hal yang seperti ini kami akhirnya mencari makan di sekitar kawasan Wisata Kota Tua.
Selesai makan siang kami menyempatkan diri untuk melihat Museum Keramik yang terletak di kawasan Wiisata Kota Tua juga. Sayangnya tidak boleh menggunakan kamera digital jadi tidak ada foto di dalam museum yang dapat saya abadikan. Ini adalah foto halaman dari Museum Keramik. Di dalamnya banyak sekali peninggalan dibidang kesenian ada lukisan dan keramik-keramik. Tapi memasuki museum ini kita harus mengeluarkan biaya RP 3.000,- untuk pelajar dan mahasiswa.
Cukup berkunjung di kawasan Museum Keramik kami kembali ke Museum Bank Indonesia karena ada ruang khusus uang jaman dulu hingga masa kini dar seluruh Indonesia yang disimpan di dalam ruang ini dan sebelumnya kami belum sempat mengunjunginya. Hanya saja sayang sekali di dalam kita tidak boleh mengambil foto dengan menggunakan flash karena dapat merusak uang-uang yang ada di dalam, jadi saya tidak mempunyai backup foto-fotonya.
Ternyata uang yang ada di Indonesia sangat beragam dan unik-unik. Ada uang koin yang berbentuk segitiga dan ada uang kertas yang sangat lebar dan sangat kecil. Sejarah uang Indonesia dari jaman dulu sampai sekarang yang belum di cutting pun ada. Pokoknya tidak sia-sia kami pergi jauh-jauh dari Depok ke Kota Tua untuk mengunjungi museum Bank Indonesia.
Puas dengan kunjungan hari itu saya dan teman yang lainnya mulai merasa kelelahan. Kami beristirahat sejenak untuk merenggangkan kaki ditempat yang disediakan oleh museum dan berfoto-foto untuk menghilangkan penat yang ada. (Narsis dikit :3)

                 

Setelah puas beristirahat kami bersiap-siap untuk segera pulang. Seperti saat datang, hanya butuh menyebrangi 2 ruas jalan raya untuk sampai ke stasiun Jakarta Kota. Kami mengisi ulang kartu single trip. Kami pulang sekitar pukul 3 sore karena kami tidak mau berbarengan dengan jam pulang kerja orang kantoran, agar tidak mendapatkan kereta yang penuh. Setelah mengisi kartu single trip kami memasuki pintu masuk dan menuju peron 11 untuk menunggu kereta tujuan Depok atau Bogor. Tidak lama menunggu kereta kosong pun tiba dan sekitar pukul 4 sore kami berangkat menuju Stasiun Depok  Baru. Bahagia sekali karena kami merasakan duduk di kereta dari berangkat hingga tujuan. Selama 1 jam perjalanan kami sampai di Stadebar dengan selamat. Sesampainya di stadebar saya memutuskan untuk langsung pulang karena kelelahan, sedangkan teman-teman yang lainnya mampir ke ITC untuk mencari makan. Sekian pengalaman yang dapat saya ceritakan J.

Jumat, 03 Januari 2014

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan



a)         DEFINISI
Menurut KBBI tanggung jawab adalah keadaan wajib menaggung segala sesuatunya. Berkewajiban menaggung, memikul, menanggung segala sesuatunya dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

b)        TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN atau Corporate Social Responsibility
Suatu konsep bahwa organisasi, khususnya perusahaan adalah memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Oleh karena itu, CSR berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan", di mana suatu organisasi, terutama perusahaan, dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan dampaknya dalam aspek ekonomi, misalnya tingkat keuntungan atau deviden, melainkan juga harus menimbang dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari keputusannya itu, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka yang lebih panjang.
Dengan pengertian tersebut, CSR dapat dikatakan sebagai kontribusi perusahaan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan dengan cara manajemen dampak (minimisasi dampak negatif dan maksimisasi dampak positif) terhadap seluruh pemangku kepentingannya.

c)         Contoh Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Sebagai satu-satunya Pabrik Peleburan aluminium di Indonesia yang telah dioperasikan selama 3 dekade ini, tepat sekali jika secara sosial PT INALUM mempertimbangkan untuk berperan serta untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat sekitar Perusahaan, sebab Perusahaan menyadari bahwa kelancaran pembangunan dan keberhasilan operasi tidak dapat dipisahkan dari semua pemangku amanah. Keberhasilan Perusahaan dan kemandirian masyarakat sekitar diharapkan dapat tercipta dan tumbuh bersama-sama.
Berikut ini adalah contoh bentuk kegiatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) terhadap masyarakat sekitarnya:

BIDANG PENDIDIKAN
Untuk meningkatkan pendidikan, khususnya untuk masyarakat sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan (Pabrik Peleburan) dan petani (PLTA), dan untuk meningkatkan daya saing masyarakat sekitar, maka PT Inalum melakukan perbaikan gedung-gedung sekolah, bantuan alat pendukung belajar, mobiler, dan membangun 1 unit SMA yang bernama SMA Mitra.
Sekolah yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang lengkap ini, diharapkan dapat menampung masyarakat sekitar untuk bersekolah, sehingga mereka tidak lagi perlu pergi ke kota yang jaraknya agak jauh dari tempat tinggal mereka.
Tidak hanya itu, sebagai bentuk kepedulian PT Inalum terhadap dunia pendidikan, PT Inalum juga memberikan bantuan komputer dan multimedia projector kepada universitas-universitas yang ada di Sumatera Utara.
PT Inalum juga memberikan bantuan pendidikan kepada guru dan siswa yang berprestasi, pelatihan guru, manajemen sekolah, dan bea siswa kepada guru-guru yang belum mempunyai akta IV. Perusahaan juga menerima siswa dan mahasiswa untuk melaksanakan Kerja Praktek dan Riset di Perusahaan.

BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Perusahaan sadar bahwa Perusahaan tidak dapat menampung seluruh masyarakat yang ada di sekitarnya untuk bekerja di Perusahaan. Oleh karena itu, Perusahaan, sejak berdirinya PT Inalum, telah melakukan pelatihan-pelatihan ketrampilan kepada masyarakat sekitar seperti, sablon, menjahit, bordir, rias pengantin, bengkel, las, dan lain sebagainya. Perusahaan juga memberikan modal bergulir.
Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada PT Inalum, melainkan mereka dapat menciptakan lapangan kerja sendiri dan menjadi lebih mandiri.

BIDANG OLAH RAGA DAN KEBUDAYAAN
Untuk memajukan olah raga di Sumatera Utara dan khususnya disekitar PT Inalum, Perusahaan mengadakan kegiatan-kegiatan olah raga seperti Turnamen Sepak Bola, Turnamen Bola Volley, dan lain sebagainya. PT Inalum juga aktif menjadi sponsor dalam kegiatan Arung Jeram di Sungai Asahan, Lomba mendayung di Danau Toba, Karate, dan lain sebagainya.
Perusahaan juga berupaya untuk melestarikan budaya bangsa. Hal ini dilakukan melalui Festival budaya yang dilakukan setiap tahunnya. Perusahaan mengadakan Lomba Tari dan Pantun, dan pertunjukan budaya lainnya.

BIDANG AGAMA
Dalam bidang Agama, Perusahaan tidak hanya membantu memperbaiki mesjid dan gereja, namun juga fasilitas pendukung kedua rumah ibadah tersebut.
Selain itu, Perusahaan juga melakukan kegiatan lain seperti safari Ramadhan, bantuan Idul Fitri, Idul Adha, Natal dan Paskah, dan bentuk kegiatan lainnya.

FASILITAS UMUM
Fasilitas umum yang telah dibangun PT Inalum yang paling nyata dan sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar adalah Access Road (Jalan Penghubung) yang telah dibangun oleh PT Inalum di kedua Pabrik, Pabrik Peleburan Aluminium dan PLTA.
Selain itu,Perusahaan juga membangun jalan-jalan alternatif dan jembatan yang menghubungkan beberapa wilayah yang terisolir.Akibatnya, pertumbuhan ekonomi di sekitar PT Inalum berkembang dengan pesat. Banyak sekali bermunculan Perusahaan-perusahaan lain dan usaha-usaha kerakyatan di sekitar Perusahaan.
Perusahaan juga membangun sarana umum lainnya seperti sumur bor, jalan lingkar, Posyandu, Balai Umum, dan lain sebagainya.

BANTUAN SOSIAL LAINNYA
Selain bantuan-bantuan tersebut di atas, Perusahaan juga melakukan bentuk-bentuk kegiatan lainnya seperti dalam bidang Kepemudaan dan Organisasi Masyarakat, bantuan bencana alam, bantuan kegiatan, dan lain sebagainya hingga bantuan pasokan listrik ke Sistem Pembangkit Tenaga Listrik Sumatera Utara dengan sistem SWAP, pada saat terjadinya krisis listrik di Sumatera Utara. Semua itu dilaksanakan oleh PT Inalum sebagai bentuk dan wujud tanggung jawab sosial Perusahaan terhadap masyarakat sekitarnya.
Sumber: http://www.inalum.co.id/ind/index.php/perhatian-khusus.html